ﺍﻟﺴﻼﻡ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﻫﺪﺍﻩ
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﻫﺪﺍﻩ
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
... Sobat sunnah yang saya cintai karena Alloh Ta'ala, pertemuan yang lalu kita telah membahas secara ringkas tafsir
ayat ke-6 surat al Baqarah. Sebelum kita melanjutkan ke ayat
selanjutnya, alangkah baiknya kita murojaah sejenak pelajaran kemaren.“Sesungguhnya orang-orang kafir” yaitu orang-orang yang menutup kebenaran dan menyembunyikannya. Dan Allah telah menetapkan hal itu bagi mereka, baik mereka diberi peringatan ataupun tidak. Mereka akan tetap kafir dan tidak mempercayai apa yang engkau (Muhammad) bawa kepada mereka.
Sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla’
“Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabb-mu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan adzab yang pedih” (QS Yunus :96-97)
Dan Allah berfirman tentang orang-orang yang keras kepala dari kalangan Ahli Kitab:
“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), maka mereka tidak akan mengikuti kiblatmu” (QS Al Baqarah 145)
Maksudnya, orang yang telah Allah tetapkan hidup dalam kesengsaraan, ia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Dan orang yang disesatkan oleh Allah, ia tidak akan pernah mendapatkan petunjuk. Maka jangan biarkan dirimu binasa dalam kesedihan karena mereka. Dan sampaikanlah risalah (Islam) kepada mereka. Maka barang siapa yang menyambut seruanmu, ia mendapat bagian yang banyak. Dan barang siapa berpaling, maka janganlah engkau bersedih karena perbuatan mereka, dan janganlah hal itu terlalu engkau pikirkan.
Allah ‘azza wa jalla” berfirman,
“Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka” (QS Ar-Ra’d :40)
“Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu” (QS Huud : 12)
Makanya kalo dalam berdakwah tujuan kita ingin dapat pengikut, terkadang menyebabkan kita cepat futur. Udah didakwahi berkali-kali ga mengikuti juga. Padahal kata Alloh tujuan kita cuma menyampaikan, Alloh yang memberi hidayah.
Beberapa faktor yang menghalangi mereka dari iman disebutkan pada ayat berikutnya yang akan kita kaji bersama sekarang.









dan Dhomir hum menjadi Dhomir Fasl/ pemisah, dan