Pendekar Sunnah - Abu Fajri Khusen's Blog

Rabu, 10 November 2010

TULISAN “ALLAH” DAN “MUHAMMAD” DI DINDING


سئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين في كتاب المناهي اللفظية: كثيرا ما نرى على الجدران كتابة لفظ الجلالة (الله) , وبجانبها لفظ محمد صلى الله عليه وسلم أو نجد ذلك على الرقاع, أو على الكتب،أو على بعض المصاحف فهل موضعها هذا صحيح ؟.
فأجاب قائلا : موقعها ليس بصحيح لأن هذا يجعل النبي صلى الله عليه وسلم ، نداً لله مساوياً له ، ولو أن أحدا رأي هذه الكتابة وهو لا يدري المسمى بهما لأيقن يقيناً أنهما متساويان متماثلان ، فيجب إزالة اسم رسول الله صلى الله عليه وسلم ويبقى النظر في كتابة : (الله) وحدها فإنها كلمة يقولها الصوفية ، و يجعلونها بدلا عن الذكر ، يقولون (الله الله الله) ، وعلى هذا فلا يكتب (الله) ، ولا (محمد) على الجدران ، ولا على الرقاع ولا في غيره


Yang Mulia Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (Muhammad bin Shalih Al Utsaimin) ditanya di dalam kitab Al Manaahi Al Lafzhiyyah (sebagai berikut),

“Sering kita melihat di atas dinding terdapat tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah), dan di sampingnya ada lafaz Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama, atau kita mendapati itu di kain, atau di buku-buku, atau pada sebagian mushaf, apakah penempatannya benar?

Beliau menjawab,

“Penempatannya tidak benar, karena ini menjadikan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tandingan bagi Allah dan menyamaiNya. Dan kalaulah orang yang tidak paham maksud dua tulisan tersebut melihatnya niscaya dia meyakini bahwa keduanya adalah sama dan semisal.
Maka wajib menghapus nama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan cukup melihat kepada tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah) saja. Dan lafazh (Allah) juga adalah kalimat yang sering diucapkan oleh kalangan sufiyah, sebagai ganti zikir, mereka mengucapkan (Allah .. Allah .. Allah). Berdasarkan ini Maka tidak perlu ditulis (Allah) dan (Muhammad) di atas dinding, kain dan lainnya.

(http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=22707)

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan kasih komentar, dengan syarat menjaga adab-adabnya, tidak mengandung kata-kata kotor, makian dan sebagainya. Dan kami tidak melayani perdebatan atas sesuatu yang telah jelas dari al-Qur'an, as-Sunnah dan Ijma', namun jika ada hal yang masih samar, silahkan tanyakan

Kritik dan Sarannya tafadhol

Blog Sahabat Sunnah