Pendekar Sunnah - Abu Fajri Khusen's Blog

Sabtu, 03 Juli 2010

Yuk Membaca Al-Fatihah yang benar ....

Jalur Asysyatibiyyah adalah jalur yang biasa digunakan oleh mayoritas kaum muslimin di Indonesia

Dalam membaca Ummul Quran (Alfatihah) maka ada beberapa hal yang harus diketahui

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العلمين, الرحمن الرحيم, ملك يوم الدين, إياك نعبد و إياك نستعين, اهدنا الصرط المستقيم, صرط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضالين

1. tidak terdapat hukum ghunnah, dan yang semisal , yaitu ikhfa, iqlab, ikhfa' syafawiy, idghom mimi, jadi tidak ada bacaan yang didengungkan atau disamarkan, (dijumpai pada sebagian orang membaca akhir ayat yang terdapat nun atau mim, maka ditahan, rabbil 'aalamiiinn, ihdinashshiraathalmustaqiimm)

2. tidak terdapat huruf-huruf berikut (, ث ج خ ز ش ظ ف), jadi tidak benar jika ada yang baca dengan makhdlu (pada lafazah المغضوب) maka perhatikanlah

3. pada ayat ke tujuh tidak boleh adanya waqof kecuali mengulangi pada kalimat sebelumnya, (صرط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضالين
) karena merupakan satu ayat utuh , jadi seandainya bila ingin berhenti pada عليهم yang pertama, maka diulangi lagi dari kalimat sebelumnya, hal ini juga perlu diperhatikan sekali

4. hukum mad yang berlaku hanya ada tiga, yaitu mad thobi'i (2 ketukan), mad 'aridl lissukuun (2,4,atau 6 ketukan terjadi pada akhir ayat dan ini harus konsisten dari awal sampai akhir, 2 seterusnya, atau 4 seterusnya, atau 6 seterusnya), mad lazim mutsaqqol kalimiy (wajib 6, hanya pada . ولا الضالين). perlu diperhatikan untuk mad thobi'i agar tidak lebih dari 2 harokat, karena dijumpai di sebagian orang yang membaca mad thobi'i dibaca lebih dari 2 harokat, seperti 3 harokat dst

5. dikarenakan tidak terdapat hukum ghunnah, maka wajib izhar ketika ada nun sukun atau mim sukun, sehingga berlaku padanya izhar halqi dan izhar syafawiy, (banyak terjadi kesalahan pada sebagian orang ketika membaca dengan menahan nun atau mim sukun sehingga bukan izhar syafawiy, contoh pada أنعمت عليهم غير, الحمد)

6. tidak ada qolqolah dari awal sampai akhir (dijumpai pada sebagian orang ketika membaca alhamedulillah, alehamdulillah الحمد لله) terjadi qolqolah pada lam dan mim, padahal tidak boleh qolqolah, atau pada huruf غ, dibaca maghedlu)

7. huruf ra tasydid harus ditebalkan dan disembunyikan takrirnya (getarannya), huruf ra' harus disembunyikan/disamarkan getarannya agar tidak terjadi pengulangan banyak ra', yang benar adalah baca huruf ra' seperti orang cadel, hal ini perlu dengan praktek langsung,

8.hams tidak boleh hilang (sifat yang disertai keluarnya nafas/hembusan angin dari rongga) pada beberapa huruf yang memiliki sifat hams, yaitu kaf dan ta' (ك ت)

9. tidak boleh terjadi tafkhim (tebal) pada beberapa huruf istifal (huruf yang dalam pengucapan tidak terjadi naiknya lidah) yang wajib dibaca dengan tipis (misal pada الرحمن, hamzah dibaca dengan orrohman, نستعين,ta dibaca dengan nasto'iin, اهدنا الصرط, nun menjadi ihdinosh)

10. tidak boleh hilang sifat syiddah (kuat) huruf ba , sehingga jadi seolah2 بسم الله dibaca ismillah

11.tidak boleh huruf ح dibaca dengan huruf ه , perlu banyak latihan agar huruf dapat dibaca sesuai makhrajnya

12. huruf mim pada ملك dibaca dua harokat , adapun dibaca satu harakat hanya qiraat para imam selain imam kisaiy dan 'ashim

13. harus jelas bacaan tasyid pada إياك نعبد و إياك نستعين , jangan sampai hanya seperti huruf mad saja, iiyaa , akan tetapi harus iyyaa

14. tidak boleh ada saktah pada إياك نعبد و إياك نستعين, dijumpai di sebagian imam membaca dengan menahan pada huruf kaf, iyyaaka (berhenti sejenak) na'budu waiyyaka (berhenti sejenak) nasta'in

15. tidak terdapat imalah , yaitu menggeser suara fathah hampir condong ke kasroh , kesalahan sebagian orang ketika dia membaca di akhir ayat dengan suara seperti ada huruf e, contoh robbil 'aalamiien

16. tidak boleh terjadinya isyba' pada huruf waw sukun و , contoh pada يوم الدين, sebagian orang membaca dengan yawwwmiddiin, padahal harusnya yawmiddiin

17. lam tasydid harus jelas terdengar tanpa perlu ditahan lama pada lafazah و لا الضالين , jangan sampai hanya dibaca wa ladldlooooooliin (tanpa tasydid) atau wa ladldloooooollliin (dengan menahan lebih lama) , tapi hendaklah diperjelas keadaan tasydidnya, waladldloooooolliin


semoga bermanfaat, wallohu a'lam

alfaishol

Artikel Terkait



3 komentar:

No longer valid mengatakan...

Alhamdulillah.

changcut rangers mengatakan...

thanks gan untuk ilmun nya

iman suryansyah mengatakan...

info yang sangat bermanfaat, thanks gan

Posting Komentar

Silahkan kasih komentar, dengan syarat menjaga adab-adabnya, tidak mengandung kata-kata kotor, makian dan sebagainya. Dan kami tidak melayani perdebatan atas sesuatu yang telah jelas dari al-Qur'an, as-Sunnah dan Ijma', namun jika ada hal yang masih samar, silahkan tanyakan

Kritik dan Sarannya tafadhol

Blog Sahabat Sunnah